renungan perjalanan

pendakian ini mengajarkan aku banyak hal
perjuangan untuk menerima balasan keindahan
keikhlasan terhadap apa yang sedang dihadapi
keagungan sebuah persahabatan yang dikuatkan dalam hati berlapis baja
perenungan dalam meresapi makna ilahi melalui ketundukkan yang semakin dalam atas kuasaNya
hari ini aku bisa menerima keindahan itu, berusaha mengolahnya untuk kemudian kutanam dalam memori perjuangan sejarah hidupku, dan kuharap ini sampai juga kepadamu sahabat

aku sampai ke awan, ingin kembali lagi ke awan,
bukan untuk merayakan kemenangan, namun untuk memulai sebuah perenungan abadi
sahabat, indahnya perjalanan, perjuangan dan perenungan kita
catatlah dengan tinta emas di hati kita masing-masing
jangan pernah ada niat untuk melemparkan itu semua ke selokan
bentengi dengan keikhlasan untuk mengingat
keikhlasan untuk tunduk
keikhlasan untuk menerima dan merasakan kebahagiaan dari tiap-tiap kita

sungguh, jika ini sebuah akhir maka aku hanya ingin mengakhirinya bersama kalian
ketika kita masih sama-sama berusaha untuk menuliskan tinta emas dalam proses perenungan ini
dan ketika aku merasakan bahwa ini bukan akhir,
kita akan melanjutkan, menumpahkan lagi semangat-semangat kita dalam cekungan kebersamaan yang dibingkai dengan keikhlasan dan kesabaran dalam perjuangan
mengolesi perjuangan kita dengan rintihan lirih kepadaNya, setiap langkah, hingga ke puncakNya
dalam setiap keindahan yang kita terima
dalam setiap keindahan yang kita nikmati

jangan lupa, kita sudah pernah hampir sampai kawan
kepada apa yang dinamakan rasa takut, putus asa, dan kelelahan
jujur kawan, aku harus menangis ketika menulis ini
karena ketika aku menulisnya, aku seperti sedang melihat perjalanan kita terulang kembali
berulang-ulang seperti tak mau berhenti
aku mengingat kembali ketersesatan
aku mengingat kembali masing-masing dari kita terjerembab
aku mengingat kembali bahwa tiap-tiap dari kita mengulurkan tangan
sungguh itu semua yang akan kita coba untuk ulangi kembali
dalam renungan perjalanan kita selanjutnya

*teruntuk dua sahabatku dea dan andri*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s