benar

Kumulai menulis kembali. Setelah bertahun-tahun aku hidup dalam keadaan yang tidak semestinya. Aku hanya membuat tiruan-tiruan perasaan dari apa yang seharusnya tidak kulakukan. Aku hidup dengan ketimpangan dan ketidakrelaanku terhadap hidup itu sendiri. Mungkin ini semua sudah takdirku. Takdir untuk mendekat. Takdir untuk menjauh. Takdir untuk kehilangan secercah harapan.

Pertemuan yang terakhir pun, aku mendapati diriku masih sebagai objek yang patut dipersalahkan bahkan satu-satunya yang harus disalahkan. Aku memang salah. Namun, apakah tidak ada satu pun yang benar dariku. Yah, lupakanlah sejenak hal itu. Aku ingin melanjutkan tulisan ini sebagai bentuk penghargaanku. Kepada sang pencipta ilmu pengetahuan dan kehidupan ini. Juga kepada para pemberi ilmu yang telah mengajarkan kepadaku bagaimana menulis dengan benar. Pun begitu terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Aku ingin menghormatinya dengan sangat karena aku bisa mengenal mereka.

Penghormatanku juga sangat layak kuucapkan kepada 3 generasi mulia dari ibu Hawa, dimana mereka telah menuntun dan mengajariku kepada yang semestinya. Tentu saja yang pertama adalah ibuku, yang telah memberikan seluruh perhatiannya padaku. Dilanjutkan dengan bibiku yang tak pernah mengeluh walaupun aku sering menyusahkannya. Kemudian seorang luar biasa yang semakin menjauh karena ulahku sendiri, yang membenturkan pintu ketika aku tak kunjung berucap, yang menunggu terlalu lama untuk sebuah kesalahan yang kuperbuat, yang pernah memberikanku akumulasi dari benang-benang hitam dengan angka satu di tengah-tengahnya yang selalu kuingat sebagai penyemangat hidupku, serta yang menangis ketika aku melakukan kebodohan yang termaafkan. Hingga akhirnya aku masih terpaku sampai waktu itu. Namun, aku sudah berucap dari apa yang tak pernah tampak. Tak mengenal pesimis pun itu. Sahabat pun menyuruhku untuk tetap bergerak karena diam berarti mati. Itu kata mereka dan benar saja. Aku rasa keenggananku untuk berucap selama ini telah memastikan semua itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s