angkuh

Hey, aku hanya ingin ke seberang sana. Mengapa kau tetap ingin menabrakku. Bahkan memakiku dengan bangganya. Kau sudah melihatku dari jauh, bukan!!!Mengapa tak kau pelankan laju kaki dua dan empat hasil kreditmu itu. Aku hanya ingin menyeberang, hanya itu. Kau masih tetap saja ingin menabrakku. Lalu membiarkanku hampir mati tergeletak tak terurus.

Dan kau akan bercerita kepada teman-temanmu, bahwa kau berhasil menabrakku. Tetapi asal kau tahu, aku tidak mati saat itu. Yang kau kendarai itu tidak punya hati. Dia tidak bisa merasakan keindahan seperti diriku. Dia tidak dikelilingi orang-orang hebat seperti diriku. Dia hanya akan mengeluh ketika merasa haus. Nyanyian kemarahan ini bukan emosi sesaat yang berebut untuk keluar. Tetapi ini adalah akumulasi dari emosi itu dan masih akan membekas. Dan berkembang biak hingga mempengaruhi niatku untuk melangkah.

Jangan angkuh wahai anak adam. Kau bukan siapa- siapa. Bisa saja kau yang kehilangan nyawa saat itu. Karena itu memang takdirmu. Tetapi sekali lagi aku tidak akan mati. Oleh sesuatu yang tidak dilandasi oleh hati. Bahkan aku bisa berkembang dan menghancurkanmu. Karena aku percaya bahwa sesuatu yang dimulai dari hati. Maka ia akan sampai di hati yang lainnya. Jangan angkuh kawan, jangan sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s