Indonesia – Rusia dalam Nafas Persahabatan

Enam puluh tahun adalah masa yang sangat panjang untuk membentuk sebuah hubungan persahabatan yang sangat erat. Hubungan persahabatan yang di dalamnya terdapat berbagai hambatan dan keistimewaan tersendiri untuk tetap diagungkan sebagai warisan sejarah peradaban manusia. Di samping rentang waktu yang sangat panjang serta sejarah yang melingkupi hubungan tersebut, muncullah harapan–harapan yang patut diperhatikan agar dapat dijadikan sumber dan dasar pemikiran yang berguna untuk semakin mempererat hubungan yang telah terjalin. Hal-hal tersebut yang menjadi poin penting dalam pengembangan hubungan persahabatan antara dua negara besar di dunia, yaitu Indonesia dan Rusia.

Hubungan persahabatan antara Rusia dan Indonesia adalah fase yang dipenuhi dengan cerita-cerita tentang kepercayaan, ketakutan, kemarahan, keterbatasan, serta tentang indahnya setiap perjuangan. Hubungan yang pernah mengalami pasang surut kejayaan. Fase pertama adalah kepercayaan yang dibangun dengan sangat baik pada awal berdirinya negara Indonesia sebagai negara berdaulat. Pada masa itu pemerintah Indonesia berusaha untuk meyakinkan pemerintah Uni Sovyet sebagai cikal bakal Rusia setelah keruntuhannya. Bahwa Indonesia telah merdeka dan sedang berusaha untuk mengurus negaranya sendiri. Usaha-usaha itu berhasil dengan munculnya sebuah pengakuan tentang kemerdekaan Indonesia oleh pemerintah Uni Sovyet dan menjadikan Uni Sovyet sebagai salah satu negara yang memelopori pengakuan kemerdekaan Indonesia. Kemudian Uni Sovyet membantu Indonesia dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaannya. Hal inilah yang menjadi tonggak awal terjalinnya sebuah persahabatan yang semakin erat pada masa-masa berikutnya.

Fase berikutnya merupakan gabungan antara ketakutan dan kemarahan yang terjadi dalam hubungan yang terjalin dengan sangat erat. Ketakutan dan kemarahan itu muncul karena terjadinya sebuah chaos atau kekisruhan di Indonesia yang kemudian memunculkan tuduhan-tuduhan keterlibatan Uni Sovyet dalam kekisruhan tersebut. Hal ini mengakibatkan terganggunya hubungan yang sudah terjalin dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkannya. Fase inilah yang kemudian menjadikan kedua negara tersebut memiliki keterbatasan untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Kemudian berlanjut pada masa keterbatasan informasi antara kedua negara yang mengakibatkan berkurangnya intensitas hubungan di beberapa bidang kehidupan seperti perdagangan, pendidikan dan kebudayaan. Berkurangnya intensitas perdagangan mengakibatkan terhambatnya beberapa pembangunan di kedua negara yang saling membutuhkan satu sama lain. Kemudian dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Keterbatasan yang ada pada masa itu mengurangi jumlah mahasiswa dan orang-orang yang ingin belajar di masing-masing negara. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya pertukaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang di kedua negara. Masalah-masalah tersebut yang hingga saat ini masih berusaha untuk diuraikan sehingga dapat ditemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Akhir dari fase tersebut adalah hubungan yang menceritakan tentang perjuangan. Perjuangan yang dimaksud adalah dengan membangun kembali hubungan yang sempat terputus dengan membuka hubungan persahabatan yang lebih erat setelah sempat terputus selama bertahun-tahun. Usaha awal yang dilakukan adalah dengan saling berkunjung antara pemerintah kedua negara tersebut. Usaha tersebut sudah menunjukkan hasilnya apabila dilihat dengan kondisi yang ada pada saat ini. Fakta-fakta yang tersaji pada saat ini, dengan meningkatnya hubungan perdagangan yang dibuktikan dengan semakin besarnya volume perdagangan, terutama dalam bidang perdagangan senjata, antara kedua negara dapat dijadikan indikator keberhasilan membaiknya hubungan persahabatan antara kedua negara. Indikator lain yang dapat digunakan sebagai tanda membaiknya hubungan persahabatan antara kedua negara adalah semakin banyaknya pemuda-pemuda Indonesia yang menuntut ilmu di Rusia. Hal inilah yang dapat dijadikan sebagai potensi terciptanya hubungan persahabatan yang semakin erat antara kedua negara. Hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah kedua negara untuk memelihara potensi tersebut adalah dengan :

• Meningkatkan beasiswa yang diberikan kepada pemuda-pemuda yang ingin menuntut ilmu di Rusia.
• Hubungan persahabatan yang menyentuh bidang-bidang seperti teknologi dan transportasi.
• Mengadakan latihan militer antara lembaga militer kedua negara secara rutin sehingga mampu meminimalkan hambatan-hambatan yang mengancam kepentingan kedua negara.
• Membuka lebih banyak Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan kedua negara di masing-masing negara.
• Membuka lebih banyak Universitas atau Institusi yang mempelajari kebudayaan kedua negara sehingga informasi mengenai kedua negara dapat tersampaikan dengan baik.

Sebagai penutup, penulis ingin menuliskan sebuah puisi yang berisikan harapan-harapan penulis agar hubungan yang sudah ada dapat terjalin secara lebih erat. Puisi ini juga berisikan tentang harapan penulis agar bisa merasakan keindahan, kemegahan dan keagungan Rusia. Semoga.

Jakarta-Moskow

Sebuah kisah tentang Beruang dan Garuda yang telah terajut sekian lama
Sebuah jalinan antara dua kekuatan yang sedang mencari apa dan siapa mereka
Sebuah cerita pengharapan yang akan tetap abadi
Sebuah pengharapan akan indahnya sebuah persahabatan
Sebuah keyakinan akan terwujudnya kesatuan yang tidak diliputi kepentingan yang bertentangan
Sebuah pencapaian atas usaha – usaha yang telah dan sedang dilakukan
Sebuah kegeraman atas apa yang pernah, sedang dan akan merampas apa yang dimiliki
Sebuah riwayat tentang cermin kaca yang sedang dibersihkan dengan kain putih yang tetap putih

Semua itulah keyakinan diriku atas semua yang telah dilakukan
Jakarta, aku akan selalu mengingatmu dalam tiap – tiap pencapaian yang kudapat
Dan Moskow, aku akan segera di sana

*artikel mahasiswa terbaik dalam lomba Bahasa Rusia 2010 yang diadakan oleh Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s