Aku yang akan menggenggam dunia

Tanpa terasa waktu itu telah tiba. Setiap detik berlalu sangat cepat, tanpa meninggalkan secerah sinar di belakang. Semua orang terpaku ke depan tanpa memperhatikan apapun yang ada di sekitarnya. Apa yang harus kuucapkan pada mereka yang hanya terpaku ke depan, tanpa menoleh sedikitpun ke sekitar. Terjun bebas hatiku hingga tingkatan paling dalam.

Aku yakin akan secercah sinar itu. Sinar yang turun dari kebijaksanaan langit. Aku juga yakin jikalau sebuah keyakinan tidak akan membiarkan orang yang meyakininya terpuruk. Hingga akhirnya aku pun mencari apa yang seharusnya ada dalam hatiku dan akan kuperjuangkan.

Setiap hari yang beku akan sedikit menghambat jalanku di depan. Namun, aku yakin bahwa akan muncul seberkas sinar kecil yang akan menerangi dunia dan melelehkan penghalang jalanku itu untuk kemudian memilih sinar kecil tersebut untuk kubentuk menjadi terang benderang.

Akhirnya, semua dikembalikan padaku. Akulah sang pemilih yang sebenarnya. Aku akan memilih apa yang harus kupilih. Aku menghargai mereka yang melihat kenyamanan di sinar besar. Namun, aku juga tak rela jika mereka itu hanya terpaku dengan sinar besar itu, tanpa sedikitpun peduli terhadap sinar kecil yang bisa menjadi besar. Aku tak ingin mereka terus berada dalam zona kenyamanan, tanpa peduli akan sekitar.

Secercah sinar pun telah terbuka untuk menerangi jalanku. Jalan terjal yang harus kutempuh beberapa kali menghambat jalanku, terutama jalan hatiku. Aku tak akan memilih sinar besar yang natinya mungkin akan menjadi kecil.

Aku sedang berbicara tentang mimpi. Aku berbicara tentang mimpi akan sesuatu yang terlihat kecil dan aku berharap bisa membuatnya menjadi besar. Lupakanlah dulu apa yang terlihat besar, karena mungkin suatu saat nanti nanti, itu semua akan mengecil dan tak terlihat sama sekali. Lihatlah terlebih dahulu yang Nampak kecil itu, karena ia mungkin akan menjadi besar sehingga semua akan menoleh dan terpusat padanya.

Aku sudah menentukan itu. Aku hanya ingin meyakininya dengan sepenuh hatiku. Aku tak akan tahu apa yang akan terjadi esok hari, lusa dan nanti. Aku harus terus melihat yang ada. Walaupun itu semua bukan jaminan dari apa yang aku lihat, karena itu semu dan terkadang terlihat nyata.

Tetapkan hati untuk sinar kecil bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit. Itu hanya sinar kecil, pikir mereka yang hanya terpaku sinar besar. Namun, haruskah hanya berpandang dengan cara seperti itu. Semua itu harus kembali kepada yang harus diperjuangkan. Hingga akhirnya kembali padaku dan pilihan itu.

Aku yang akan menggenggam dunia. Ini bukanlah pengkultusan diriku untuk mengingkari kuasa-Nya. Aku hanya ingin menunjukkan pada semua bahwa tak ada yang salah dengan diriku dan yang kupilih serta kuyakini. Aku hanya berusaha untuk memilih apa yang kuyakini dan akan kuhadapi.

Tak ada satu kata lain untuk hal itu. Keyakinan yang akan menjelaskannya. Sinar kecil memang seolah-olah tak berdaya ketika dihadapkan dengan sinar besar. Namun, itu bukanlah semata-mata ketidakberdayaan sinar kecil, melainkan hanya cara pandang yang berlebihan terhadap sinar besar, sehingga menghancurkan harapan sinar kecil itu.

Namun, sinar kecil tak akan hancur semudah itu. Tak akan ada yang bisa menghancurkannya, kecuali sinar kecil itu sendiri. Aku yakin sinar kecil itu akan menjadi besar. Aku yang akan menjalankan usaha untuk itu. Aku yang akan menggenggam dunia. Aku yang menjadi mercusuar terhadap semua itu. Aku yakin suatu saat nanti, sinar kecil itu akan terang benderang sehingga meredupkan kilau sinar besar.

Akhirnya, aku dapat menempuh sebuah perjalanan hati yang tak mudah, yaitu ketika kenyataan, menghadapkan aku pada titik dimana aku bertemu suatu hal yang perlu diyakini hingga aku dapat mengambil suatu keutamaan dari keyakinan itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s