‘You may say I’m a dreamer but I’m not the only one’

Aku ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pernyataan bahwa ‘ketika kita merasa yakin terhadap mimpi-mimpi, maka yakinilah, karena keyakinan akan mimpi itu tidak akan membiarkan orang yang meyakininya terpuruk’. Tulisan ini masih tentang mimpi. Mimpi yang berusaha untuk diwujudkan oleh tangan-tangan dahsyat sebuah makhluk bertajuk manusia. Mimpi beraneka macam yang tak akan pernah berhenti berpendar dalam setiap dimensi kehidupan. Mimpi apapun itu. Seluruh mimpi.

Dahulu, aku bertanya kepada diriku sendiri, kenapa manusia itu harus bermimpi. Kenapa manusia tidak menjalankan saja yang ada di hadapannya. Bukankah mimpi itu abstrak, tidak jelas bentuk dan rupanya. Bukankah kebanyakan mimpi membuat manusia menjadi panjang angan-angan. Hingga akhirnya aku sadar, bahwa mimpi itulah yang membuat manusia itu kuat. Mimpi itu fitrah manusia. Manusia membutuhkan mimpi. Inilah salah satu anugerah paling indah yang diberikan Sang Pencipta, agar manusia berpikir untuk mewujudkan mimpinya.

Dan setelah pertanyaan – pertanyaan tersebut, aku sadar bahwa manusia harus bermimpi, menyelami kedalaman mimpi untuk kemudian diwujudkan. Mengorganisasi mimpi dalam sebuah kesatuan yang teratur hingga tercapai sesuai dengan yang diniatkan dan mimpi yang tidak hanya dipanjangkan dalam angan – angan semu. Mimpi yang diusahakan tidak dengan sekat-sekat yang sempit. Mimpi yang dibiarkan tercapai setelah melalui proses yang tak mudah. Semangat untuk bermimpi yang sejak kecil terus dipelihara. Tulisan ini bukanlah sebuah tulisan provokatif yang hanya mengajak kita untuk hanya bermimpi. Bukan juga sebuah pengajaran yang paripurna terhadap metode untuk mewujudkan mimpi. Tulisan ini ditulis dengan landasan pemikiran bahwa begitu indahnya makhluk bertajuk manusia itu yang diberikan kenikmatan bermimpi secara tak terbatas untuk kemudian dapat diwujudkannya sendiri dengan usaha yang tak terbatas pula.

Mungkin aku tidak berusaha untuk menyimpulkan tulisan ini. Namun, demi mengakhiri tulisan ini dan untuk membuat tulisan yang baru lainnya, aku berharap bahwa jangan sampai suatu saat nanti hanya tinggal mimpi yang bisa menjadi identitas paling mewah yang dimiliki makhluk bergelar manusia. Aku yakin bahwa selama masih ada spesies bernama manusia ini, maka mimpi-mimpi itu tidak akan hilang. Oleh karena itu, teruslah bermimpi. Jaga dan peliharalah mimpi-mimpi itu. Wujudkan dan kembangkanlah mimpi-mimpi itu dengan semangat yang tiada habisnya. Hingga akhirnya kita tak akan pernah berpikir untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mimpi-mimpi kita.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s