Fokus pada tujuan dan Berusaha untuk lebih lagi

Sedikit disorientasi dua minggu ini. Pandangan tertutup salju tebal. Sulit dibersihkan. Berusaha melakukan yang bisa dilakukan aja. Naik ke Manglayang lagi salah satunya. Sedikit terjawab. Saya hanya jenuh. Jenuh dengan kemunafikan yang saya termasuk di dalamnya. Saya munafik. Dan sekarang saya usahakan tidak lagi.

Rindu juga ternyata sama Jakarta. Semua yang ada di dalamnya. Belum bisa pulang. Masih ingin di sini. Mungkin bulan depan pulang. Makan sayur asem+kripik balado di Gg.Sumantri, rumah tante yang saya tempati sejak kelas 1 SMP. Walaupun banyak nyamuk, tapi saya tetap ingin ke sana.

Sekarang mulai fokus pada tujuan. Tujuan hidup yang sudah dicanangkan. Berusaha kuliah dengan lulus pada waktu yang tepat. Kalo bisa 3,5 tahun. Mengikuti pesan orang tua, ‘Kuliah jangan kelamaan, masih banyak orang yang mau kuliah’. Sebuah pernyataan yang sangat memotivasi diri. Dalam dan langsung menyentuh pokok masalah. Saya diharapkan lulus pada waktu yang tepat dan bisa membiayai sekolah adik-adik sepupu atau orang lain yang membutuhkan sedikit kerja kerasku. Mantap, Ma.

Lanjut es-2 di Rusia. Cita-cita yang gak bisa ditawar lagi. Ingin merasakan hidup berdingin-dinginan di bawah cuaca yang belum pernah saya rasakan. Namun, sebelum ke sana, ingin nikah. Terlalu besar godaan hidup di sana tanpa seorang bidadari yang melengkapi sebelah sayap yang sudah ada sekarang. Yah, ta’aruf dengan sebaik-baiknya kemudian langsung nikah. Gak ingin bermain hati lagi dengan manusia. Ribet nanti urusannya. Bisa gak mesra lagi denganNYa.

” Tujuan adalah cahaya yang membimbing anda mengarungi perjalanan sukses Anda “.
(rendyanggara.wordpress.com)

Yah, sekali lagi, sekarang hanya tinggal fokus pada tujuan datang dan hidup di dunia ini. Untuk kemudian memenangkan pertarungan yang ada di dalamnya. Terutama pertarungan hati. Karena itu yang biasa menjadi penghambat terbesar. Sering menggagalkan rencana-rencana yang sudah tersusun secara sistematis. Memenangkan pertarungan-pertarungan yang ada dengan cara shalat dan berdo’a lebih khusyu dari biasanya, berpikir lebih keras dari biasanya, dan melangkah lebih jauh dari biasanya. Mengoptimalkan usaha-usaha yang sedang dilakukan dengan menjadikannya sebutir peluru emas dalam penghancuran tembok besar yang menghalangi.

“Tujuan hanya bisa dicapai ketika manusia mampu melakukan sesuatu yang lebih dari yang biasa dilakukan”.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s