Di udara

Enam belas lewat dua puluh dua
Masa semakin berlalu pergi tak berulang
Air turun dengan lembutnya di selasa sore
Mengganti teriknya siang dengan kenyamanan menjelang malam
Aku mendapati diriku
masih disubsidi oleh molekul yang tak terlihat
di udara

Segala yang di udara itu
Mengisi relung-relung yang kosong dalam bilik jasadku

Dan siapakah aku hari ini???
Makhluk yang sudah berusahakah???
Mungkin belum…..bahkan bisa sebaliknya…..
yah…..bisa sebaliknya

Kemudian, bagaimanakah aku esok hari???
berbicara tentang sebuah harapan
atau sebuah permintaan maaf
terhadap orang-orang yang kusakiti
aku belum sampai pada semua itu

Pun, dengan saat ini aku hidup
aku hanya ingin berusaha sebaik-baiknya
karena setidaknya aku sudah berusaha untuk
tidak menyia-nyiakan molekul perantara hidupku
yang tersebar di udara tanpa meminta balasan

*yang kutulis ketika mengingatmu di selasa sore*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s