MencintaiNya

Ada sebuah kisah menarik dari sebuah buku. Seperti inilah kisah itu:

Abdullah ibn Huzaifah ibn Qais tertangkap dan dipenjara ketika ia turut bertempur melawan Roma. Penguasa Roma saat itu menyuruhnya menganut agama Kristen sebagai syarat pembebasannya. Permintaan itu ditolak Abdullah. Maka tentara Romawi memanaskan panci besar berisi minyak zaitun dan menyeret seorang tahanan Muslim ke hadapan Abdullah. Ketika ia tetap menolak permintaan sang penguasa, tentara-tentara Romawi menceburkan tahanan Muslim tadi ke dalam minyak yang mendidih di hadapan Abdullah.

Kemudian, sang penguasa kembali menyuruh Abdullah untuk berpindah agama. Namun, Abdullah tetap pada pendiriannya. Maka sang penguasa berkata kepada para tentaranya, “ikat dia dan masukkan ke dalam minyak juga.” Mendengar perintah ini, Abdullah menangis. Sang penguasa mengira bahwa gertakannya berhasil dan memerintahkan tentara untuk membawa kembali Abdullah ke hadapannya. Namun, ketika ditanyakan kepada Abdullah ihwal tangisnya, Abdullah berkata, “Aku bukan menangis karena rasa sakit yang akan aku derita. Namun, aku menangis lantaran aku menyesal karena aku hanya punya satu nyawa yang bisa kukorbankan untuk Allah. Andai saja nyawaku sama banyaknya dengan helaian rambutku dan setiap kali aku bisa mengorbankan nyawa dalam kesyahidan, kemudian aku dihidupkan kembali untuk berjuang lagi.”

Wallahuallam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s