Analisis Sudut Pandang Pengarang, Karya sastra dan Pembaca dalam Cerpan ‘Rahasia Tsar Alexander I’ Karya Lev Nikolayevich Tolstoy

BAB I
PENDAHULUAN

Karya sastra merupakan pernyataan sikap dan harapan seorang pengarang terhadap kenyataan yang ia hadapi, terdapat isi pikiran pengarang yang dipengaruhi oleh kejadian – kejadian atau pengalaman hidup yang terjadi dalam kehidupan pengarang dan juga dipengaruhi oleh situasi sosial budaya, sejarah, adat istiadat serta sisi spiritual pengarang. Salah satu faktor yang mempengaruhi sebuah karya sastra adalah hal – hal yang berkaitan dengan kehidupan pengarang pada saat karya sastra tersebut diciptakan. Hal ini merupakan fakor yang turut menentukan tentang apa yang harus diteliti dan apa tujuan serta maksud penulisan serta maksud penulisan karya sastra itu.

Lev Nikolayevich Tolstoy adalah salah satu pengarang besar Rusia pada abad 19, yang merupakan zaman keemasan kesusasteraan Rusia ( Golden Age of Russian Literature ). Tolstoy adalah seoramg novelis dan cerpenis. Banyak dari karya – karya Tolstoy yang dibuat berdasarkan inspirasi dari pengalaman hidupnya, seperti dalam karyanya ‘Rahasia Tsar Alexander I’, yang cenderung menampakkan kekecewaan serta rasa pesimis yang dimilikinya dalam menghadapi kenyataan hidup. Tolstoy berusaha menyajikan tokoh yang cenderung ingin lari dari kenyataan hidup. Hasilnya, tokoh – tokoh tersebut muncul dan terkadang berbuat hal yang lain dari biasanya dalam karya – karyanya. Tolstoy sangat cermat dalam memilih unsur – unsur pembentuk karya sastra sehingga menimbulkan keterkaitan yang menarik antara tokoh, latar atau setting, suasana serta tema cerita dalam karya sastra yang dihasilkan.

Cerpan ‘Rahasia Tsar Alexander I’ terdapat dalam ‘Kumpulan Terjemahan Karya Sastra Rusia’, yang dialihbahasakan oleh Prof. Dr. Moh. Tadjuddin, M.A. Cerpan tersebut memiliki tokoh – tokoh yang memiliki masalah yang cenderung merefleksikan kehidupan pengarang yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk mengkaji cerpan tersebut. Cerpan ‘Rahasia Tsar Alexander I’ pernah dimuat dalam majalah Budaya Jaya, No.50, Juli 1072, dengan judul ‘Catatan-Catatan Pendeta Fyodor Kuzmich’. Cerpen ini menceritakan tentang Tsar Alexander I yang berusaha untuk lari dari kehidupan kerajaan dengan menyamar sebagai pendeta yang bernama Fyodor Kuzmich. Tolstoy menggambarkan bagaimana busuknya kehidupan istana yang tidak seperti apa yang diinginkan setiap orang. Intrik – intrik ataupun konflik – konflik yang terjadi seringkali menggambarkan bagaimana istana itu tidak sebagus yang dibayangkan. Tolstoy menggambarkan bagaimana konflik – konflik itu terlihat jelas dan menyakitkan sehingga membuat tokoh utama dalam cerita tersebut berusaha untuk lari dari kenyataan tersebut. Hal – hal tersebutlah yang menarik perhatian penulis untuk mengkaji cerpan ini.

Setelah membaca cerpan ‘Rahasia Tsar Alexander I’, biografi serta beberapa tulisan mengenai pengarang, ditemukan hal – hal yang menarik untuk dikaji, baik dari dudut pandang pengarang, karya sastra, dan sudut pandang pembaca. Hal ini dilakukan untuk membuktikan hubungan antara kehidupan tokoh utama dalam cerpan tersebut dengan kehidupan Tolstoy yang sesungguhnya, yang menandakan bahwa isi cerita tidak jauh berbeda dengan keadaan Tolstoy yang sebenarnya.

BAB II
ISI

Cerpen merupakan akronim dari cerita pendek. Namun, belum ada ketentuan yang pasti tentang ukuran pendek sebuah cerita, hingga dapat dikatakan cerita pendek. Cerita pendek diartikan sebagai bacaan singkat, yang dapat dibaca sekali duduk, dalam waktu setengah sampai dua jam, genrenya mempunyai efek tunggal, karakter, plot dan setting yang terbatas, tidak beragam dan tidak kompleks (Allan Poe dalam Nurgiyantoro dalam Regina Bernadette, 2006 : 1). Pengarang cerpen tidak melukiskan seluk beluk kehidupan tokohnya secara menyeluruh, melainkan hanya menampilkan bagian – bagian penting kehidupan tokoh yang berfungsi untuk mendukung cerita tersebut yang juga bertujuan untuk menghemat penulisan cerita karena terbatasnya ruang yang ada. Turayev dalam Regina Bernadette ( 2006 : 1 ) mengatakan bahwa, ‘Cerita pendek – bentuk karya sastra naratif, yang menampilkan cerminan sebuah episode dalam kehidupan seorang tokoh. Jadi, secara lebih luas dapat dikatakan bahwa penulis cerpen menampilkan jumlah tokoh yang terbatas, tidak ada perkembangan karakter tokoh dan tidak memiliki latar seperti apa yang terdapat dalam novel.

Cerpen dibagi tiga jenis ( Nurgiyantoro dalam Regina Bernadette, 2006 : 1 ), yaitu :
1. Cerita pendek yang pendek ( short – short story ); cerita anekdot yang ditulis dalam sekitar lima ratus kata.
2. Cerita pendek yang panjang ( long short story ); cerita yang ditulis dalam ukuran yang tidak terlalu pendek tetapi juga tidak sepanjang novel, di beberapa negara dikenal dengan sebutan novelette, novella dan novelle.
3. Cerita pendek ( middle short story ) ; ditulis dalam ukuran tidak sependek short – short story tetapi juga tidak sepanjang long short story.

Biografi Pengarang

Penulis memperoleh data dari buku ‘Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu’, yang di dalamnya sedikit di ceritakan tentang pengarang serta dari tulisan mengenai pengarang dengan judul ‘Leo Tolstoy dan Islam’, yang ditulis oleh H. Usep Romli H. M. Mengenai keterangan tersebut akan diceritakan kembali secara singkat sebagai berikut :

Lev Nikolayevich Tolstoy dilahirkan di desa Yasnaya Polyana, provinsi Tula Oblast, sebelah selatan Moskow, Rusia, pada tanggal 9 September 1828. Ia lahir dalam lingkungan bangsawan. Tolstoy telah menjadi yatim piatu pada umur sembilan tahun dan kemudian dibesarkan oleh kerabatnya. Setelah dewasa, ia masuk Universitas Kazan untuk mempelajari bahasa, namun ia berubah haluan untuk mempelajari ilmu hukum. Tolstoy tidak menyelesaikan studinya di Kazan. Ia memutuskan untuk keluar dari Universitas dan merambah berbagai bidang kehidupan.

Dia kemudian mengikuti jejak kakaknya dengan menjadi tentara di Kaukasus. Tolstoy ikut bertempur melawan suku – suku pegunungan di sana. Dalam tugasnya ini, dia menulis tiga novel autobiografinya, ‘Masa Kanak – Kanak’, ‘Remaja’ dan ‘Masa Muda’. Hingga akhirnya pada usia 34 tahun ia menikah dengan Sofya Andreyevna Behrs, seorang gadis yang berasal dari kelas menengah. Selama 15 tahun pernikahannya, ia membangun keluarga besar, mengelola tanah pertanian dan menuntaskan karya – karya besarnya, ‘Perang dan Damai’ ( 1863 ), ‘Anna Karenina’ ( 1873 ) dan ‘Sonata Kreutzer’ ( 1878 ). Kemudian ia terkenal sangat produktif dalam menghasilkan cerita yang menjangkau berbagai macam kajian seperti, filsafat, pendidikan, drama, cerita dan novela. Salah satu kumpulan ceritanya yang terkenal adalah ‘Sevastopol Sketches’ ( 1855 – 1856 ).

Pada akhir masa hidupnya, ia lebih sering menulis karya – karya yang bersifat religius dan terkesan mistis. Banyak peneliti yang menduga bahwa hal itu disebabkan oleh guncangan batinnya ketika menjadi tentara di Kaukasus, di mana ia melihat pembantaian yang terjadi di sekitarnya. Ditambah lagi dengan pertentangan yang terjadi dengan istrinya dan pengucilan yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak gereja. Hal – hal tersebut mengakibatkan kekecewaan yang sangat dalam terjadi pada diri Tolstoy hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari rumah tanpa pamit kepada keluarganya yang bertentangan keyakinan dengan dirinya. Setelah itu, ia ditemukan meninggal di sebuah stasiun kecil di Astapovo karena pneumonia.

Tolstoy dapat dikatakan sebagai salah satu pemikir sosial dan moral yang paling menonjol pada masanya. Karya – karyanya banyak yang mengandung renungan moral dan filsafat, sehingga terkadang dia dianggap sebagai seorang penganut anarkisme. Pada masa hidupnya, seringkali Tolstoy disebut sebagai tiga hal yang paling penting di Rusia, selain Tsar dan Gereja Ortodoks.

•Analisis berdasarkan sudut pandang pengarang

Analisis ini dapat dilakukan berdasarkan sudut pandang pengarang yang bisa dilihat dari biografi pengarang. Jika melihat dari biografi pengarang yang digunakan untuk membahas masalah ini, penulis berusaha mendekati pikiran pengarang untuk kemudian menyimpulkan hasil dari pemikiran tersebut. Menurut penulis, Tolstoy berusaha menuliskan karya sastra ini dengan sangat sederhana dan ingin menampilkan karya sastra tersebut sebagai cerminan dirinya yang sesungguhnya. Penulis melihat hal tersebut dari kemiripan kehidupan tokoh utama dalam cerita dengan kehidupan Tolstoy yang sebenarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari latar Tolstoy yang bangsawan dan bagaimana kehidupan yang ada di dalamnya beserta intrik – intriknya. Oleh karena itu, penulis berusaha menarik kesimpulan bahwa pengarang berusaha merefleksikan kehidupan pribadinya dalam karya sastra tersebut.

•Analisis berdasarkan karya sastra

Analisis ini didasarkan atas pemahaman terhadap unsur – unsur yang terdapat di dalam karya sastra tersebut. Unsur yang pertama adalah latar. Cerpan ini, jika dilihat dari unsur latar, memiliki kesamaan dengan analisis terhadap sudut pandang pengarang dan pembaca, yaitu berusaha menggambarkan latar tidak jauh berbeda dengan kehidupan sebenarnya dari pengarang. Bahkan, hampir seluruh latar yang ada dalam cerita memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan Tolstoy yang sebenarnya. Kemudian, latar tempat ini juga tidak berdiri sendiri karena terdapat juga latar lain, yaitu latar sosial. Latar sosial yang dapat dilihat dalam novel tersebut adalah keadaan sosial yang ada pada saat itu, sebagian besar dapat dilihat dalam cerpan ini. Oleh karena itu, penulis menyimpulkan bahwa jika dilihat dari salah satu unsur tersebut dapat ditemukan kenyataan bahwa sudut pandang karya sastra itu sendiri menggambarkan tentang relevansi yang kuat antara kehidupan pengarang dengan unsur – unsur int intrinsik yang terdapat dalam karya sastra.

•Analisis berdasarkan pembaca

Jika dilihat dari sudut pandang penulis sebagai salah satu pembaca, cerpan ini berusaha menyampaikan suatu pesan dan menggambarkan kehidupan bangsawan, bahkan kehidupan manusia yang sesungguhnya. Ketika pembaca cerpan ini penulis banyak menemukan kejadian yang memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan manusia yang sebenarnya. Penulis menyimpulkan seperti ini karena katika penulis menyelesaikan pembacaan terhadap cerpan ini, terdapat suatu pesan yang tersampaikan dan diterima oleh penulis mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, penulis merasa bahwa karya ini merefleksikan kehidupan pengarang yang sesungguhnya. Kemudian, latar tempat ini juga tidak berdiri sendiri karena terdapat juga latar lain, yaitu latar sosial. Latar sosial yang dapat dilihat dalam novel tersebut adalah keadaan sosial yang ada pada saat itu, sebagian besar dapat dilihat dalam cerpan ini.

BAB III
PENUTUP

Setelah melakukan analisis terhadap beberapa sudut pandang mengenai cerpan ‘Rahasia Tsar Alexander I’ karya Lev Nikolayevich Tolstoy, melalui biografi pengarang, unsur intrinsik serta pandangan pembaca, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar yang terdapat dalam cerpan ini merupakan refleksi dari kehidupan Tolstoy yang sebenarnya. Hal ini dapat dlihat dari beberapa kemiripan antara keadaaan – keadaan dalam novel dengan kehidupan pribadi Tolstoy sebenarnya yang digambarkan dalam biografi – biografi atau tulisan – tulisan yang menuliskan tentang kehidupannya .

DAFTAR PUSTAKA
• Kurnia, Anton. 2008. Kumpulan Cerita Leo Tolstoy : Tuhan Maha Tahu, Tapi Dia Menunggu. Yogyakarta : Jalasutra
• Tadjuddin, M.A, Prof. Dr. H. Moh. 2004. Kumpulan Terjemahan Karya Sastra Rusia. Bandung : PT. Alumni
• Matondang, Regina Bernadette. 2006. Konsep Hidup Pengarang yang Direfleksikan pada Tokoh Utama Dalam Cerpen ‘Viyi’ dan ‘Menjelang Hari St. John’ Karya Nikolay Vasilyevich Gogol
• Romli H.M, H.Usep. Leo Tolstoy dan Islam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s