Aku tiba

Dan, biarlah kamu dan desiran lembut angin malam di kota ini yang tahu tentang hakikat cinta itu. Yang seperti matahari tak mengingkari siang, serta bulan yang enggan beranjak dari malam. Juga seperti keduanya yang selalu menaati perintah Tuhannya. Hingga di waktu penghabisanku nanti, aku hanya ingin dikenang sebagai yang berarti.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s