Surat Untukmu Bunda

Ternyata, akhir-akhir ini kita jarang berjumpa
Apa kabarmu di sana?
Kuharap kau tetap bercahaya
Dan semoga do’a ananda terlihat hasilnya,
Dirimu selalu dijagaNya.

Di perantaraan pagi ini,
Ananda rindu dirimu yang mulia,
Pejuang hidupku satu-satunya,
Pahlawan sebenarnya,
Kau pantas mendapatkannya,
Bakti terbaikku,

Ingin kembali dan menghampiri dirimu lagi
Meninggalkan penat di sini dengan belaianmu di kepala
Dikelilingi selaksa senyuman Jakarta, dan
Melihat dirimu yang selalu tersenyum ceria ketika melihat ananda

Tunggulah sejenak di kota itu,
Jangan dulu berkemas
Ananda akan datang dan bercerita,
Seperti dirimu bercerita ketika ananda menuju peraduan
Tapi tunggu, kau ingin cerita yang mana?
Kau akan mendapatiku tanpa nilai-nilai bertinta merah,
Mendengarku juga bercerita tentang Rusia ,
Seperti semangatku di awal berpisah,
Yang masih membekas di dada
Ahh, kuyakin kau senang mendengarnya

Kita akan berjumpa lagi,
Dalam hitungan satu purnama,
Tunggu ananda di rumah,
Agar kita bisa kembali bercengkrama.

Jatinangor, 24 November 2010

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s