Desember Tahun ini

Satu bulan yang luar biasa
Di penghujung Masehi ini
Tak henti senang dan sedih datang membelai hari
Kau tetap sebaik-baik pemberi

Jika bukan karena Engkau
Bisa saja kuputuskan untuk pergi tak pulang lagi
Tapi Kau memberiku kesempatan untuk menghadapi
Menempa diri untuk menjadi lebih baik lagi
Hingga nanti aku benar-benar kembali

Jatinangor ini semakin dingin dan sepi
Aku terkejut dengan semua ini
Kau terus memberi tak henti
Ikhlaskanku saja untuk menerimanya

*ketika aku terus bertanya tentang semua ini di Jatinangor yang dingin dan sepi di penghujung Desember. (21 Desember 2010, 20.01)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s