yang Akan Datang

Pagi pun datang lagi dengan sinarnya, dengan birunya
Gelap yang menerkam sejak siang telah tiada
Dan aku masih menelungkup di peraduan

Sepertinya Kau masih memberi ujian keimanan
Meminta aku terus berjuang hingga penghabisan
Dan kau selalu memberikan satu kepastian

Aku tak tahu apakah gelap ini akan menyelimuti lagi
Menghalangi sang merah yang berpijar penuh tenaga
Tanpa lelah dan membantah
Seperti manusia

Berderet bulatan masih berada di jalurnya
Entah sampai kapan, mungkin sebentar lagi
Dan semua ini akan menjadi tak beraturan
Semua akan menanggung beban

Mungkin esok aku melihat salju
Merasai hamparan putih yang terhampar seperti permadani kebaikan
Di Ibu kota yang dikuasai zaman
Namun, di sanalah perhentianku setelah ini
Mematut diri dalam cermin kehidupan
Sambil menunggu dunia tak beraturan

*Jatinangor, 24 Desember 2010

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s