Moskow, saya akan segera di sana

Tak terasa sudah dua tahun lebih merantau. Merantau?. Layakkah disebut, kalo saya dalam perantauan?. Bisa saja. yang jelas, sudah lama saya tidak bercengkrama dengan orang-orang di rumah. Lho, bukannya kalo di Jakarta, saya juga jarang di rumah?. Ahh, kenapa jadi gini?. Keinginan pulang ke rumah yang tidak diimbangi dengan keinginan untuk selalu ada di rumah. Mudah-mudahan tidak termasuk yang hipokrit. Berharap pula nilai semester ini tidak mengecewakan. Agar bisa dibawa pulang ke rumah seperti waktu-waktu sebelumnya. Membuat senang orang-orang rumah dan meyakinkan mereka bahwa tidak salah untuk ‘membuang’ saya ke sini. Dibiayai sekolah tinggi-tinggi memang harus ada timbal baliknya. Setidaknya dengan tidak membuat mereka kecewa ketika melihat nilai saya.

Terngiang selalu pesan orang tua di rumah, “Al, kuliahnya jangan lama-lama yah. Banyak yang masih mau kuliah juga”. Kalimat yang singkat, padat dan selalu menjadi energi tersendiri ketika saya sedang penat dengan kuliah. Pesan yang sederhana, namun telak menghujam hati saya ketika mengingatnya. Kuliah janganlah terlampau lama, gantian dengan yang lain, kalo gak lulus-lulus, kasian kan yang lain gak bisa kuliah. Kalo udah lulus gantian saya yang harus biayain adik-adik saya yang sedang tumbuh dewasa. Sebuah hal yang fair. Saya siap dibiayai maka saya juga harus siap membiayai.

Ada orang-orang yang selalu berkata bahwa saya masih terlalu muda untuk mengenakan toga, dengan kata lain masih lama waktu lulusnya. Masih angkatan muda. Tapi, siapa sangka di akhir tahun nanti saya sudah mendaftar menjadi salah satu pemakai toga yang lulus dengan pujian. Kusiapkan diriku setiap hari untuk mengibaskan tirai masa depan yang gemilang. Menerobos palang-palang yang menghadang langkahku menuju hari depan. Selamat datang hariku. Hari yang akan menginspirasi diriku sejak matahari terbit hingga terbenam. Saya tidak hanya ingin lulus tepat waktu tetapi juga lulus di waktu yang tepat. Hingga nantinya saya tidak bergerak dari pintu ke pintu hanya demi mengais pekerjaan. Atau diam saja di rumah menambah beban yang sudah terlampau berat. Saya hanya ingin lulus di waktu yang tepat, yang ketika nantinya itu terjadi, saya sudah siap menghadapi segala yang menunggu. Sang bidadari kehidupan. Dan tentu saja kota salju tercinta. Moskow, saya akan segera di sana.

Jatinangor, 6 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s