Bahasa Rusia : Mampukah Meningkatkan Daya Saing Bangsa dan Perekonomian Nasional

Bahasa adalah kebutuhan hidup manusia yang hakiki setelah kebutuhan manusia terhadap sandang dan pangan. Sebagai makhluk sosial, manusia normal selalu merasa perlu berinteraksi dengan manusia lain. Dalam proses interaksi inilah manusia membutuhkan bahasa. Melalui sebuah proses interaksi, dengan media bahasa, kepentingan setiap manusia dapat tersampaikan dengan baik. Bahasa selain sebagai alat komunikasi yang utama dalam berinteraksi antar manusia, juga dapat digunakan sebagai jalan pembuka cakrawala dunia. Hal ini dapat dipahami sebagai suatu yang bernalar dan benar. Karena, semakin luas cakupan keterampilan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang, maka akan semakin banyak pengetahuan yang dimiliki oleh orang tersebut. Untuk dapat berinteraksi di tingkat dunia, tentu saja penguasaan bahasa dan keterampilan berbahasa sangat diperlukan sebagai syarat mutlak dalam terciptanya hubungan antar bangsa yang lebih erat dan untuk mempermudah dalam memahami karakteristik suatu bangsa.

Bahasa Rusia merupakan salah satu bahasa resmi PBB yang digunakan secara luas oleh sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Namun, hampir seluruh penutur bahasa Rusia tersebut adalah penduduk yang tinggal di negara-negara pecahan Uni Soviet. Salah satu negara pecahan Uni Soviet yang masih memiliki penduduk yang dapat berbahasa Rusia adalah Estonia dengan presentase sebesar 58%. Juga terdapat 33.400 penutur bahasa Rusia di negara yang bukan pecahan Uni Soviet, seperti Finlandia. Bahkan, di Amerika Serikat dan Israel, terdapat sekitar 700.000 s.d 750.000 yang menggunakan bahasa Rusia dalam kehidupan sehari-harinya.

Berikut adalah presentase pengguna bahasa Rusia pada sekolah-sekolah di negara-negara pecahan Uni Soviet :
– Rusia, 97% – Belarusia, 75%
– Kazakhstan, 41% – Ukraina, 25%
– Kirgistan, 23% – Moldova, 21%
– Azerbaijan, 7% – Georgia, 5%
– Armenia serta Tajikistan, 2%.

Berdasarkan data di atas, saya berusaha menuangkan pemikiran saya dalam tulisan ini yang berjudul, “Pembelajaran Bahasa Rusia Sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) Sebagai Alternatif Pengajaran Bahasa Asing dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional Serta Daya Saing Bangsa”. Hal ini dilandasi oleh kesadaran saya sebagai mahasiswa program studi sastra Rusia Universitas Padjadjaran, yang melihat bahwa potensi bahasa Rusia yang sangat besar tersebut belum terberdayakan dengan baik. Sebagian besar masyarakat Indonesia belum dapat melihat fakta-fakta bahwa Rusia memiliki kesamaan dengan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam yang besar dan luas. Ditambah juga dengan posisi Rusia yang sangat strategis di dunia internasional sebagai salah satu pemegang hak veto di Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia masih lebih senang jika anak-anaknya belajar bahasa-bahasa asing lain yang lebih terlihat berprospek, selain bahasa Inggris, seperti bahasa Jepang, Jerman, Prancis dan negara-negara lain dengan perekonomian yang terhitung maju. Padahal, dengan semakin berkembangnya negara Rusia,, dengan PDB sekitar US$ 1,3 triliun pada tahun 2009 dan US$ 1,5 triliun pada 2010, meningkatnya volume perdagangan Indonesia dengan Rusia, kemudian ditambah juga dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan Rusia atau para wisatawan yang berasal dari negara-negara yang masih menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa resminya, menjadikan bahasa Rusia sebagai bahasa yang lebih berprospek dari bahasa-bahasa asing tersebut. Oleh karena itu diperlukan penambahan orang-orang Indonesia yang mahir berbahasa Rusia, agar prospek yang sangat bagus ini tidak diambil oleh orang-orang dari negara lain.

Tujuan dan Manfaat yang Ingin Dicapai
– Memberikan alternatif dalam pembelajaran bahasa asing kepada seluruh masyarakat Indonesia.
– Dengan mempelajari bahasa Rusia sejak awal, diharapkan dapat terbentuk tatanan sosial masyarakat Indonesia yang lebih dinamis dan berimbang. Hal ini didasari pada kenyataan bahwa selama ini masyarakat Indonesia lebih senang mempelajari bahasa negara-negara seperti Inggris (Amerika, Australia), Jepang, dan Jerman. Hal ini mengakibatkan penuhnya pemikiran-pemikiran masyarakat Indonesia oleh paham-paham yang berkembang dan berasal dari negara-negara tersebut. Tentu saja paham-paham yang diterima tidak seluruhnya baik dan jika pun itu baik, belum tentu dapat diterima dengan baik di Indonesia. Ditambah dengan pemberitaan tentang Rusia di Indonesia yang sebagian besar permasalahan yang diangkat hanyalah mengenai keburukan-keburukannya. Oleh karena itu, diperlukan perimbangan pemikiran sosial yang dapat ditemukan dari mempelajari bahasa Rusia.
– Terciptanya hubungan yang lebih baik di segala bidang kehidupan dengan bangsa Rusia. Saat ini hubungan tersebut sudah terjalin dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya volume perdagangan antara Indonesia dan Rusia, terutama dalam bidang persenjataan dan hal-hal yang berkaitan dengan militer, pertukaran pelajar dalam rangka misi kebudayaan, serta beasiswa-beasiswa yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.
– Meningkatkan posisi tawar atau bargaining position Indonesia dalam berdiplomasi di dunia Internasional, khususnya hubungan bilateral antara kedua negara. Hal ini disebabkan oleh karakter bangsa Rusia yang sangat bangga terhadap bahasanya, sehingga masih banyak dari orang-orang Rusia yang tidak mau berbahasa Inggris. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya proses komunikasi yang terjadi. Oleh karena itu, menjadi penting bagi masyarakat Indonesia untuk mahir berbahasa Rusia, agar proses-proses komunikasi yang dilakukan tidak terhambat dan agar dapat lebih mengenal kehidupan bangsa Rusia. Hal ini diperlukan untuk menentukan arah kebijakan politik luar negeri Republik Indonesia di masa-masa yang akan datang.
– Meningkatkan perekonomian nasional melalui potensi kunjungan wisatawan Rusia yang terus meningkat setiap tahun dengan memberdayakannya dengan baik. Hal ini dapat terjadi apabila semakin banyak orang-orang yang mampu berbahasa Rusia dengan baik dan benar.
– Meningkatkan jumlah pelajar yang belajar di Rusia.
– Indonesia dapat mempelajari kebangkitan yang dialami Rusia setelah krisis moneter pada tahun 1997-1999. Pada saat itu, Rusia juga mengalami efek yang sangat dahsyat akibat krisis keuangan dunia yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Namun, dengan pengelolaan kekayaan alam yang baik, krisis tersebut dapat dilewati dan menjadikan Rusia sebagai negara yang pertumbuhan ekonominya selalu bagus setiap tahunnya. Sebenarnya, hal ini juga terlihat di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, namun belum dapat mengoptimalkan kekayaan alamnya sebagai faktor utama yang meningkatkan posisi Indonesia di dunia internasional.

Menurut Defense Language Institute Foreign Language Centre (DLIFLE), bahasa Rusia digolongkan sebagai bahasa yang tingkat kesulitannya menduduki peringkat kedua setelah bahasa Cina. Dalam mempelajari bahasa Rusia, dibutuhkan waktu 780 jam secara intensif aga dapat berbicara bahasa Rusia dengan cukup lancar. Jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang mempunyai abjad dengan jumlah huruf sebanyak 26 (seperti abjad latin), abjad dalam bahasa Rusia memiliki jumlah yang lebih banyak, yakni 33 huruf*. Hal ini menjadikan gramatika dan fonetika bahasa Rusia memiliki kompleksitas yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Secara gramatika, setiap kata kerja dalam bahasa Rusia mengalami sesuatu yang disebut konjugasi. Konjugasi adalah perubahan kata kerja tergantung pada subjeknya, yang kemudian disesuaikan dengan waktu dan jumlahnya. Perubahan juga terjadi dalam kata sifat maupun kata ganti milik yang mengalami deklinasi dengan mengikuti kata benda sesuai jenis kelamin (maskulin, feminin, netral) dan sistem kasus. Sedangkan, secara fonetik terdapat beberapa huruf bahasa Rusia yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia, yang agak sulit dan harus berhati-hati dalam pelafalannya, karena tekanan kata dalam pengucapan, dapat membedakan arti dari sebuah kata.

Dalam mempelajari bahasa Rusia, terdapat kesulitan-kesulitan yang tidak kecil. Kesulitan yang paling utama adalah karena perbedaan rumpun bahasa. Bahasa Rusia termasuk dalam rumpun bahasa Slavia, sedangkan bahasa Indonesia termasuk dalam rumpun bahasa Melayu. Hal ini mengakibatkan tidak selalu ditemukannya padanan beberapa kata dalam bahasa Rusia dengan Indonesia.

Hingga saat ini hanya dua institusi formal pendidikan yang secara serius bergelut di pembelajaran bahasa Rusia, yakni Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia. Pergerakan pembelajaran bahasa Rusia di dua universitas tersebut sebagian besarnya hanya ditopang oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia. Sangat sedikit sekali bantuan langsung, baik berupa buku-buku pelajaran maupun pengadaan native speaker yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia maupun Federasi Rusia. Ditambah juga dengan kenyataan bahwa bahasa Rusia merupakan bahasa yang baru ada mata pelajarannya di kedua universitas tersebut. Sehingga mengakibatkan tidak maksimalnya proses pembelajaran yang terjadi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan dari kedua universitas tersebut yang tidak terlalu mahir dalam berbahasa Rusia, sehingga tujuan dan harapan dari proses pembelajaran yang terjadi, tidak dapat tercapai dengan baik.

Federasi Rusia adalah negara yang sedang berusaha mengembalikan kejayaannya seperti yang mereka miliki pada zaman Uni Soviet. Usaha-usaha yang dilakukan dalam mengembalikan kewibawaannya di mata dunia internasional, antara lain dengan menjadikan energi sebagai alat diplomasi. Para ahli menyebut proses tersebut dengan ‘diplomasi energi’. Federasi Rusia sudah semakin sadar bahwa mereka adalah negara yang memiliki wilayah hutan terluas kedua di dunia, setelah amazon. Kemudian, Rusia juga memiliki cadangan gas terbesar di dunia, selain batu bara. Faktor-faktor inilah yang membuat Federasi Rusia berani untuk menjadikan energi sebagai alat diplomasi. Kekayaan sumber daya alam ini pula yang menyebabkan banyak negara memiliki ketergantungan di Indonesia. Saat ini, Republik Indonesia belum dapat mengoptimalkan kekayaan alam yang dimilikinya, untuk digunakan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Kontrak-kontrak pengelolaan sumber daya alam yang dilaksanakan, banyak yang dihargai terlalu rendah sehingga mengakibatkan tidak maksimalnya penyerapan keuntungan dari eksplorasi yang dilakukan.

Solusi yang Pernah Dilakukan untuk Menyelesaikan Permasalahan Ini

Secara garis besar, usaha-usaha yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia dalam melakukan pembelajaran bahasa Rusia, sudah berjalan dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya peminat program studi sastra Rusia di kedua universitas tersebut. Kemudian, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, seperti les-les bahasa Rusia maupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan Rusia, juga sudah berjalan dengan baik. Namun, jika dilihat dengan seksama, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Dalam hal ini, publikasi memegang peranan penting dalam setiap kegiatan yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan. Hal inilah yang tidak terlihat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia. Les-les yang diadakan ataupun beasiswa-beasiswa untuk sekolah ke Rusia masih jarang tersampaikan dengan baik. Ini semua mengakibatkan banyaknya orang yang tidak mengetahui informasi-informasi penting yang seharusnya diketahui.

Hal-hal yang dapat dilakukan dalam mengurai permasalahan-permasahan yang terdapat dalam kondisi kekinian pembelajaran bahasa Rusia adalah :
– Bahasa Rusia adalah bahasa dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan banyak orang menjadi terlalu takut untuk mulai mempelajarinya. Oleh karena, pembelajaran bahasa Rusia seharusnya disesuaikan dengan kondisi tempat di mana bahasa tersebut dipelajari. Di Indonesia, dalam tahap awal pembelajarannya dapat dimulai dengan pengenalan abjad beserta cara bacanya. Contoh : Huruf “B” dibaca “Ve”.
– Tidak tercapainya tujuan pembelajaran bahasa Rusia di Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia, dengan lulusan yang belum tentu mahir berbahasa Rusia, dapat terfasilitasi dengan dimulainya pembelajaran bahasa Rusia sebagai salah satu bahasa asing pilihan yang harus dipelajari, minimal sejak Sekolah Menengah Atas (SMA). Nantinya hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk membuka program studi sastra Rusia di universitas-universitas selain Unpad dan UI.
– Berkurangnya informasi-informasi tentang Rusia yang dikeluarkan oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, yang hanya ada di Jakarta dapat diminimalisasi dengan membangun Pusat-pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia di kota-kota lain yang strategis. Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia kemudian dapat melakukan publikasi besar-besaran terhadap segala kegiatannya, seperti halnya yang dilakukan oleh Pusat Kebudayaan Perancis (CCF).
– Pemerintah RI sudah harus bisa menjadikan kekayaan alam yang dimiliki sebagai faktor penting dalam meningkatkan daya saing bangsa dengan menjadikannya sebagai alat diplomasi. Hal ini bisa dilakukan dengan mempelajari apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Federasi Rusia.

Pihak-pihak yang Dapat Membantu Mengimplementasikannya
– Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional.
– Pemerintah Federasi Rusia, yang diwakilkan oleh Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia.
– Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia.

Langkah-langkah Strategis yang Harus Dilakukan untuk Mengimplementasikannya
– Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional harus membuat aturan-aturan ataupun kebijakan-kebijakan yang mendukung program pembelajaran bahasa Rusia.
– Pemerintah Federasi Rusia, yang diwakilkan oleh Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, diharapkan dapat menyiapkan tenaga-tenaga pengajar yang sifatnya lebih sebagai penutur asli atau native speaker yang dapat menunjang proses pembelajaran.
– Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, menyiapkan diri sebagai pusat informasi untuk segala hal yang berhubungan dengan Rusia, terutama bahasa Rusia, selain institusi-insitusi formal yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan Nasional.

Gagasan yang Diajukan

Gagasan yang diajukan dalam makalah ini adalah dengan menerapkan pembelajaran bahasa Rusia di Indonesia, yang dapat dimulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga ke Perguruan Tinggi. Hal ini dilakukan selain sebagai alternatif pembelajaran bahasa asing di Indonesia, juga sebagai sarana untuk meningkatkan saya saing bangsa yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian nasional.

Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan
– Mengajukan usulan kepada pemerintah Republik Indonesia atau dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional, untuk membuat aturan-aturan ataupun kebijakan-kebijakan yang mendukung program pembelajaran bahasa Rusia. Kemudian menyelenggarakan pendidikan bahasa Rusia sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), maksimal tiga tahun sejak gagasan ini diajukan.
– Melakukan pertemuan dengan pemerintah Federasi Rusia, yang diwakilkan oleh Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, yang hasilnya diharapkan dapat meminta mereka untuk menyiapkan tenaga-tenaga pengajar yang dapat menunjang proses pembelajaran.
– Mengunjungi dan memberikan usulan serta membantu Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, untuk lebih mempublikasikan hal-hal yang berkaitan dengan Rusia.

Prediksi Hasil yang Akan diperoleh (Manfaat dan Dampak Gagasan)
– Menaikkan posisi tawar atau bargaining position Indonesia dalam berdiplomasi di dunia Internasional.
– Terciptanya tatanan sosial masyarakat Indonesia yang lebih dinamis dan berimbang, karena selama ini berita-berita tentang Rusia, hampir selalu mengenai hal-hal yang buruk seperti perang, bom nuklir, dan kediktatoran pemimpinnya. Hal ini tentu saja merupakan sebuah hal yang salah dan mengakibatkan sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap Rusia sebagai negara yang kejam. Hal tersebut dapat semakin dikikis dengan meningkatnya pembelajaran dan pemahaman mengenai Rusia.
– Meningkatnya kerjasama-kerjasama yang strategis di segala bidang kehidupan bangsa Indonesia dan Rusia.
– Meningkatnya volume perdagangan antara Indonesia dan Rusia yang saat ini masih bertumpu pada hal-hal yang berkaitan dengan militer. Melalui gagasan ini, diharapkan porsi perdagangan tidak hanya terkait masalah itu saja, namun sudah dapat menyentuh bidang garapan lain.
– Meningkatnya jumlah orang yang ingin belajar ke Rusia.

DAFTAR PUSTAKA

Saragih, Simon. 2008. Bangkitnya Rusia : Peran Putin dan Eks KGB. Jakarta : Penerbit Buku Kompas.

Makalah Kepala Bidang Pengembangan Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional (kini Kementrian Pendidikan Nasional) Republik Indonesia, Dr.Sugiyono, yang dipresentasikan dalam Forum Komunikasi Pendidikan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, Departemen Pertahanan Republik Indonesia, tahun anggaran 2009, tentang Penguasaan dan Keterampilan Berbahasa Merupakan Jalan untuk Menguasai Dunia, pada tanggal 11 November 2009.

Makalah Ketua Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Indonesia, yang juga penutur asli atau native speaker bahasa Rusia serta staf pengajar di Pusat Bahasa Departemen Pertahanan (kini Kementrian Pertahanan) Republik Indonesia, Ir. Ny. Alexandra I. Kermite, yang dipresentasikan dalam Forum Komunikasi Pendidikan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, Departemen Pertahanan Republik Indonesia, tahun anggaran 2009, tentang Penguasaan dan Keterampilan Berbahasa Merupakan Jalan untuk Menguasai Dunia, pada tanggal 11 November 2009.

SUMBER INTERNET

http://www.indonesiaberprestasi.web.id/2010/11/stanchart-ri-masuk-10-raksasa-ekonomi-2020/

http://www.kopertis12.or.id/2011/01/12/20-negara-dengan-pdb-terbesar-di-dunia-indonesia-peringkat-no-18-menurut-data-bank-dunia-2009.html

http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/104-agustus-2010/887-peran-rusia-dan-indonesia-semakin-besar-dalam-mentransformasikan-struktur-perekonomian-dunia.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Rusia

http://www.wikipedia.org/wiki/Rusia.html

http://www.dlifle.edu.

LAMPIRAN
*Abjad bahasa Rusia
Huruf Nama huruf Transliterasi Transliterasi
nama huruf
А а а a a
Б б бэ b be
В в вэ v ve
Г г гэ g ge
Д д дэ d de
Е е йэ ye ye
Ё ё йо yo yo
Ж ж жэ zh zhe
З з зэ z ze
И и и i i
Й й и краткое y i kratkoye
К к ка k ka
Л л эл l el
М м эм m em
Н н эн n en
О о о o o
П п пэ p pe
Р р эр r er
С с эс s es
Т т тэ t te
У у у u u
Ф ф эф f ef
Х х ха h ha
Ц ц цэ ts tse
Ч ч чe ch che
Ш ш ша sh sha
Щ щ ща sch scha
Ъ ъ твёрдый знак * tvyordiy znak
Ы ы ы y y
Ь ь мя́гкий знак ´* myagkiy znak
Э э э e e
Ю ю йу yu yu
Я я йа ya ya

5 thoughts on “Bahasa Rusia : Mampukah Meningkatkan Daya Saing Bangsa dan Perekonomian Nasional

  1. artikel yang menarik sekali. tapi menurut saya karena rusia dan indonesia secara kultural tidak sedekat negara2 lain seperti belanda, jerman, perancis, jepang, AS, china, saya rasa prospek bahasa rusia agak lebih rendah ya?

    mungkin kalau ke depannya rusia semakin memperhatikan indonesia, barulah rusia akan menjadi relevan di negara kita.

  2. Terima kasih apresiasinya mas Michel.

    Jika mas Michel lebih teliti dalam membaca sejarah, ternyata Indonesia dan Rusia sudah memulai hubungan diplomatik sejak akhir abad 19 hingga awal abad 20, lho. Namun, karena saat itu Indonesia masih dikuasai oleh Belanda, maka hubungan diplomatik pun terputus.

    Kemudian, setelah pengakuan kedaulatan Belanda atas Indonesia pada tahun 1949, Rusia (saat itu uni Soviet) menjadi salah satu negara yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia. Bahkan, ketika konfrontasi dengan Belanda terkait masalah Irian Barat (sekitar tahun 60an), Indonesia mendapatkan kapal tipe Penjelajah (KRI Irian), yang sangat ditakuti Angkatan Laut Belanda. Sebelumnya Rusia tidak pernah menjualnya kepada negara lain.

    Hubungan Indonesia dan Rusia pada masa Orde Baru lebih disebabkan kepada aspek politis Suharto yang membuat propaganda bahwa Rusia adalah komunis dan komunis adalah musuh. Hal ini berdampak besar terhadap perkembangan hubungan kedua negara hingga akhirnya terputus sama sekali.

    Sejak runtuhnya Uni Soviet, Rusia mulai berubah dan mulai menata kembali negaranya. Dan saya membuat tulisan ini karena melihat momentum atas perubahan tersebut.

    Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki modal, dalam hal ini rempah-rempah yang sangat dibutuhkan di Rusia, karena hampir sebagian besar wilayahnya jarang mendapatkan sinar matahari. Kondisi ini tentu saja berpeluang menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia yang secara langsung dapat menambah pergerakan ekonomi Indonesia.

    Kemudian, kondisi tropikal Indonesia juga bisa digunakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Rusia pada saat Eropa mengalami musim dingin. Hal ini juga berguna untuk menambah devisa bagi Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada bangsa Rusia.

    Saya sangat tertarik dengan kata-kata mas Michel “mungkin kalau ke depannya rusia semakin memperhatikan indonesia, barulah rusia akan menjadi relevan di negara kita”. Saya pun berpikir, apa kurang Rusia memperhatikan Indonesia? Bagaimana dengan Sukhoi? Oke, jika ada yang menganggap jumlahnya masih sedikit dan pembelian itu hanya menguntungkan Rusia.

    Namun, jika dilihat dari aspek lain, pembelian tersebut sangat menguntungkan Indonesia. Kondisi Indonesia pada saat itu sedang diembargo oleh AS dan sekutunya, sehingga Indonesia tidak bisa memperbarui alutsista-nya dengan peralatan yang lebih canggih dan teruji. Rusia hadir sebagai solusi. Sukhoi merupakan pesawat tempur yang sangat canggih di kelasnya, bahkan ada yang mengatakan Sukhoi lebih hebat dari F-16 milik AS. Hal ini tentu saja menguntungkan Indonesia.

    Sayangnya, kondisi-kondisi tersebut, mulai dari peluang investasi, meningkatnya kunjungan wisatawan, pertukaran budaya, dan transfer teknologi masih sangat sulit dan mahal untuk dilakukan. Hal utama yang menjadi kendala itu semua adalah bahasa. Orang Rusia sangat terkenal dengan keengganannya belajar bahasa Inggris (seperti Perancis), sehingga interaksi-interaksi yang terjadi banyak terhambat.

    Fakta-fakta inilah yang mendasari saya untuk membuat tulisan di atas. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  3. jadi sebenernya peluang buat indonesia untuk “dekat” sama rusia itu udah ada tapi kendalanya cuma di bahasa?

    makasih mas infonya, tadinya saya bingung, kalo belajar bahasa rusia kan skrg belum banyak tuh di indonesia pekerjaan yang berkaitan dengan rusia jadi saya takutnya udah susah susah belajar eh gak kepake bahasa rusianya, tapi abis baca artikel ini jdi ga ragu lagi deh buat gas belajar bahasa rusia xD…btw saya masih SMA kelas 2 dan pengen banget fasih ngomong rusia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s