Takut ? Jangan Ngumpet!

Ada sebuah kisah menarik mengenai rasa takut. Mungkin saja kisah ini lucu mungkin juga garing. Tapi tak apa, selama itu tidak merugikan orang lain.🙂

Begini ceritanya :

Tersebutlah tiga orang laki-laki yang sangat takut kepada istri mereka masing-masing. Mereka dipersatukan oleh nasib yang menyatakan bahwa ketakutan mereka terhadap istri-istri mereka sudah dalam taraf yang memalukan. Suatu saat ada seorang dari mereka yang bercerita bahwa dirinya baru seminggu yang lalu, berkelahi dengan istrinya. Dan dia pun menceritakan proses perkelahian tersebut.

Laki-laki pertama, dengan gaya sombongnya, mulai bercerita : “Eh, gue belum lama ini berantem sama istri gue.”

Laki-laki kedua dan ketiga heran tak percaya bercampur kagum, karena selama ini, laki-laki pertama itu yang paling takut terhadap istrinya. Laki-laki kedua pun bertanya :
“Lho, kok bisa? Dari kita bertiga, elu kan yang paling takut sama istri.”
“Iya, bener banget tuh,” sela laki-laki ketiga.

Laki-laki pertama pun dengan sangat meyakinkan, menambahkan ceritanya :
“Bahkan, istri gue sampe merangkak.”

Hal ini membuat laki-laki kedua dan ketiga bingung. Tiba-tiba mereka dihadapkan dengan kenyataan bahwa mereka harus mempercayai kata-kata laki-laki pertama, karena gaya bicaranya yang sangat meyakinkan. Mereka pun semakin bersemangat mendengarkan cerita sahabatnya itu, karena mereka menganggap bahwa sahabatnya tersebut sudah banyak berubah, dan sekarang telah menjadi laki-laki pemberani.

“Wah, hebat lu sekarang. Berani sama istri,” ucap laki-laki ketiga.

Dan, sebuah hal yang tak diduga oleh laki-laki kedua dan ketiga terjadi. Laki-laki pertama melanjutkan ceritanya.

“Tapi, kemudian istri gue (sambil merangkak) teriak kaya gini : “Eh pengecut, keluar lu dari kolong meja.”

Laki-laki kedua dan ketiga :

“Sialan, lu.”

Ini adalah sebuah cerita dari sebuah monolog yang dibawakan oleh Andy F. Noya dalam tayangan Kick Andy. Mungkin saja cerita ini hanya bermaksud lucu-lucuan saja. Tapi saya menangkap satu poin penting dalam cerita tersebut, mengenai ketakutan. Seringkali, seseorang yang mengalami ketakutan terhadap seseorang atau sesuatu, terkesan menghindar bahkan bersembunyi dari hal yang ia takuti, namun orang itu membual kepada orang lain bahwa ia sebenarnya tidak takut. Bagi saya, tentu saja itu tidak menyelesaikan masalah. Seorang yang bercita-cita masuk jurusan kedokteran atau keperawatan mungkin saja (sebelum masuk) banyak yang memiliki phobia atau ketakutan ketika melihat darah. Namun, setelah dia berhasil mendapatkan cita-citanya tersebut, dia mulai membiasakan diri menghadapi ketakutannya, tidak lari. Sehingga nantinya dia bisa menjadi dokter atau perawat yang baik. Dengan kata lain, lari bukanlah jawaban, karena hanya akan menghambat keinginan untuk mendapatkan atau mencapai sesuatu serta hanya menambah predikat pengecut dalam diri . Bangun dan hadapilah. Karena dengan itu, kita bisa berharap menemukan penyelesaiannya.

4 thoughts on “Takut ? Jangan Ngumpet!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s