Dahulu dan Nanti

Di relung hatiku kini
Melekat wajah seorang ibu berusia sekitar lima puluh tahun
Yang rambutnya terus memutih perlahan, namun tetap tersenyum menantang hari
Dan terus membuatku sadar
Jika aku belum berbuat apa pun untuknya

Dialah Ibuku
Seorang berhati lembut yang banyak kukecewakan di masa lalu
Satu-satunya perempuan yang kuberi porsi lebih dalam hidupku
Tak akan pernah berhenti
Meskipun masa tak kembali

Ada pula bayangan seorang wanita lain
Yang memiliki tekad kuat untuk membaktikan dirinya
Untuk kehidupan manusia yang lebih baik
Yang kuharap benar
Tanpa pamrih
Wajah yang meneduhkan
Dengan balutan keimanan yang kuat padaMu
Tak banyak berucap, seperti yang kukenal
Seperti Ibuku

Wahai Tuhan, Aku akan berusaha membuat semuanya menjadi indah
Sehingga wanita-wanita hebat itu akan terus tersenyum padaku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s