Penantian

Tak kudapati diriku terlelap,
Ketika malam menerjang menandaskan waktu.

Sang pencuri, kataku,
Dia ambil satu yang berharga,
Yang tanpanya aku mati.

Dia kembali datang di pagi,
Tak bosan,
Aku yang memanggilnya,
Ditahan itu tawa.

Terjaga,
Sinar membuyarka harapan,

Tak ingin seperti penyair platonik lainnya,
Yang mengatakan : Cintai aku atau benci saja aku sekalian,
Asal jangan kau acuhkan diriku
Ingin katakan : Cintai aku, cintai aku dan cintai aku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s