Layaknya Permata

Seperti Permata 
Yang berkilauan di hadapan mata 
Dan melekat di dalam hati 
Penuh dengan cahaya 
Tak tahu siapa pemilik sesungguhnya 

Ketika sebuah tanya 
Terus membayangi kepala 
“Wahai Permata, siapa pemilikmu sesungguhnya?” 

Dan aku harus pergi 
Menuruti panggilan hati 
Tidak untuk menjalani pengorbanan 
Hanya untuk memastikan sebuah jawaban 
“Siapa pemilikmu sesungguhnya”.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s