Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia Kunjungi Universitas Padjadjaran

IMG_4631

JATINANGOR – Di Indonesia, studi tentang kebudayaan Rusia masih kurang diminati. Hingga saat ini, hanya ada dua universitas di Indonesia yang menyelenggarakan studi tersebut, yaitu Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia dengan presentase mahasiswa yang diterima masing-masing setiap tahunnya berjumlah 40 orang. Hal ini merupakan bukti bahwa masih kurangnya minat masyarakat Indonesia untuk belajar tentang kebudayaan Rusia.

Melihat problem tersebut, Program Studi Sastra Rusia Universitas Padjadjaran, berinisiatif untuk menyelenggarakan Kuliah Umum yang bertemakan “Kebudayaan Rusia” di Gedung D Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Kamis (21/2). Dalam acara tersebut, hadir sebagai pembicara adalah Vyacheslav Tuchnin, Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia di Indonesia. Acara ini sekaligus sebagai kunjungan pertamanya sejak dilantik menjadi Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia pada Desember 2012.

Dalam paparannya, Tuchnin menyampaikan bahwa Rusia merupakan negara yang memiliki sejarah kebudayaan yang sangat panjang dan terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Kebudayaan Rusia tetap eksis hingga saat ini karena berhasil beradaptasi dengan kebudayaan-kebudayan modern. Di Eropa sendiri, beberapa karya sastrawan Rusia seperti Pushkin, Tolstoy, Chekhov dan Dostoevsky, menjadi bacaan wajib dalam dunia akademis, karena dianggap memiliki keunikan tersendiri. Rusia juga memiliki boneka Matryoshka sebagai salah satu produk budaya yang tetap eksis dan terkenal hingga saat ini.

Sementara itu, Supian M.A., Ketua Program Studi Sastra Rusia Universitas Padjadjaran, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurut Supian, kegiatan-kegiatan seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjalin hubungan yang lebih baik serta mengenalkan Rusia sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya, seperti halnya Indonesia.

“Ini merupakan momentum untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih baik antara Program Studi Sastra Rusia Universitas Padjadjaran dan PIPKR (Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, -red), sekaligus media untuk mengenalkan kepada Civitas Academica dan masyarakat umum tentang sejarah serta perkembangan kebudayaan Rusia mulai dari zaman dahulu hingga sekarang” tandas Supian.

Ditambahkan oleh Supian, bahwa nantinya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap 3 bulan dengan topik berbeda-beda yang meliputi Politik, Ekonomi, Budaya, Sosial, dll. [AID]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s