Kereta Rakyat

Seorang anak menangis di dekat ibunya,
Tubuh sekecil itu harus berdesakan di antara ratusan tubuh kekar,
Sementara anak lainnya tertawa, ia baru saja dibelikan mainan oleh ibunya,
Ah, itu hanya sebuah pensil yang menyerupai tokoh kartun kesayangannya,
Dan dia tetap tertawa.

Hari berikutnya, seorang bapak hendak ke kantornya di Jakarta,
Pagi itu, jarum jam masih tertahan di angka enam,
Sang bapak berlomba dengan yang lainnya, memperebutkan satu pijakan yang tersisa,
Berdiri pun kesulitan ia,
Bapak itu tidak menyerah,
Kelelahan ini, rasa kantuk ini, kucuran deras keringat ini,

Yang lainnya, memilih untuk bertaruh nyawa,
Merayap di atas kereta,
Kereta bekas Jepang itu, atau mungkin China,
Ah, pak Menteri, apa kita tidak bisa membuatnya sendiri?
Yang baru? Lebih bagus dari ini.

Bagi semuanya, tak penting itu mewah, rasa-rasanya kami belum pantas,
Hidup dalam kemewahan seperti bapak di sana,
Ini saja sudah cukup, murah, lebih cepat pula sampainya
Jangan hilang ya. Apa jawabnya?

Iklan

2 respons untuk ‘Kereta Rakyat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s