Memaknai Keputusan Tuhan

Selasa, 23 April 2013. Sejak pagi, bahkan dua minggu sebelumnya, sebagian besar pecinta sepakbola mulai sibuk memperkirakan serunya pertandingan antara Bayern Muenchen melawan Barcelona. Kedua tim dianggap mewakili kelompok yang mengedepankan penampilan atraktif, menghibur, dan menghancurkan. Prediksinya, permainan akan berjalan dengan seimbang. Namun, tidak ada seorang pun yang pernah mengira bahwa Barcelona akan terkapar tak berdaya di ibu kota Jerman. Terlepas dari kontroversi yang ada, faktanya adalah Barcelona tetap hancur.

Sehari setelahnya, Rabu, 24 April 2013. Setelah menyaksikan kehancuran Barcelona, kondisi yang sama juga terjadi menjelang pertarungan di babak semifinal leg I Liga Champions Eropa yang mempertemukan Borussia Dortmund dengan Real Madrid. Klub asuhan Juergen Klopp dan Jose Mourinho dikenal memiliki counter attack yang mematikan. Hasil di fase grup, yang memunculkan Dortmund sebagai pemenang, menimbulkan aroma balas dendam dalam setiap individu yang ada di Madrid. Beberapa pengamat sepakbola pun yakin bahwa kali ini Madrid tidak akan kalah. Siapa sangka, Madrid pun harus menanggung malu ketika kembali ke negaranya.

Sementara itu, Kamis 25 April 2013. Selain berita kekalahan telak Real Madrid, hampir tidak ada yang mengejutkan saya hari ini. Kondisi Indonesia masih belum berubah. Hanya beberapa negara di belahan bumi lain yang terus sibuk dengan kepentingan di Suriah, Iran, Korea Utara, dan negara lainnya. Mungkin hanya warna langit yang sejak pagi terus menghitam kelam. Selebihnya hampir tidak ada yang istimewa, hingga malam menjemput dan meminta untuk ditemani.

Kejutan justru terjadi keesokan pagi. Seperti biasa, selepas tidur, sekitar lima menit, biasanya saya selalu membuka perangkat elektronik untuk memeriksa kejadian-kejadian yang saya lewatkan selama terlelap dalam tidur. Sekali lagi, tak disangka dan sangat sulit untuk dipahami. Pagi itu, saya mendapatkan kenyataan bahwa seorang guru yang sederhana dalam tutur kata dan mampu menggetarkan hati saya ketika mendengarnya menyampaikan keindahan ayat Al-Qur’an harus meninggalkan dunia ini dalam usia yang relatif masih muda. Orang mengenalnya dengan sebutan Uje.

Ustad Jefri, penceramah yang sangat ramah dan sangat dekat dengan kaum muda. Sekali saya pernah bertatap muka sekaligus bersalaman dengannya. Waktu itu, saya mengenal beliau sebagai pribadi yang menarik dan mampu membangkitkan minat untuk mendengarkan dan memahami. Dan yang saya tahu, tak ada perubahan setelahnya. Beliau tetap saja begitu luar biasa. Namun, sekali lagi tidak ada yang menyangka, bahwa dia akan pergi begitu cepat, karena masih banyak orang yang ingin mereguk ilmu darinya.

Tiga kisah di atas memberikan pemahaman pada saya bahwa keputusan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, adalah rahasia yang tak akan pernah bisa diketahui isinya oleh manusia. Melalui kisah di atas pula saya ingin memaknainya dengan usaha tanpa lelah untuk memberikan segala terbaik yang dimiliki untuk mendapatkan hasil terbaik. Bayangkan jika pelatih dan pemain Barcelona telah mengetahui bahwa mereka akan ‘diserang’ habis-habisan oleh Muenchen. Mungkin mereka akan menempatkan seluruh pemainnya di depan gawang. Bahkan, mungkin juga Tito Villanova akan mencadangkan Lionel Messi dan menggantinya dengan pemain yang memiliki kekuatan dalam pertahanan.

Begitu juga apabila sebelum bertanding, Jose Mourinho telah mengetahui bahwa Robert Lewandowski akan mencetak empat gol ke gawang timnya. Bisa jadi, dia akan menyuruh Pepe, Sergio Ramos, dan Raphael Varane untuk menempel ketat Lewandowski. Sementara itu, mengenai kecelakaan yang terjadi pada Uje, bagi saya bukanlah itu yang menyebabkan kematian. Kecelakaan itu hanya media pengantar saja. Meskipun di tengah sakit, beliau tetap memutuskan untuk mengendarai sepeda motornya. Ada sesuatu yang harus dipenuhinya. Apakah jika malam itu Uje keluar, apakah takdir akan berkata lain, dan beliau masih berdakwah seperti biasa.

Inilah kerahasiaan Allah. Saya mencoba mengambil makna singkat bahwa manusia seharusnya tidak boleh berpikir untuk mendahului kenyataannya. Karena itu hanya akan membuat manusia takut untuk melangkah dan berusaha menggapai kualitas kehidupan yang lebih baik. Meskipun Allah memberikan keputusan yang berbeda dari harapan, manusia tetap memiliki nilai di mata Tuhannya bahwa mereka telah berusaha dan memberikan terbaik yang dimilikinya. Dan yang terpenting, manusia tidak mendahului keputusan Tuhannya dengan menyerah.

*Tetap tabah Barcelonistas dan Madridistas, masih ada Leg II. Uje, Allahumaghfirlahu, Warhamhu, Wa’afihi, Wa’fu ‘anhu. Ya Rabb, berikan tempatnya yang mulia di sisi-Mu.

2 thoughts on “Memaknai Keputusan Tuhan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s